Site Meter

Tulisan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat

Pelatihan Kejuruan Sepeda Motor bagi Masyarakat Lingkungan Industri Tembakau

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat melalui Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Keterampilan Masyarakat Lingkungan Industri Tembakau tahun 2014 akan memberikan pelatihan bidang kejuruan sepeda motor di Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya penanggulangan pengangguran serta perluasan dua juta lapangan kerja, untuk itu perlu didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan produktif, salah satu program yang akan mendukung sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini pula, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Dr. Hening Widiatmoko MA, dalam rangka mendukung pengembangan wirausaha baru yang dapat menciptakan kesempatan kerja baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

“Harapan kita dengan berbekal keahlian yang telah diperoleh para pencari kerja / warga masyarakat Lingkungan Industri Tembakau selain dapat bersaing dalam memasuki dunia kerja juga dapat membangkitkan gairah untuk terus berpacu meningkatkan keahlian dan keterampilan sesuai perkembangan teknologi serta mampu membentuk kelompok wirausaha baru, sehingga menciptakan lapangan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini antara lain, yaitu tersedianya tenaga kerja yang terampil dan kompeten, meningkatnya minat warga masyarakat lingkungan industri Tembakau untuk menambah keterampilan / keahlian. Selain itu, terbentuknya wirausaha baru baik secara kelompok maupun perseorangan, mengurangi urbanisasi dan mengurangi tingkat pengangguran.

Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Keterampilan Masyarakat Lingkungan Industri Tembakau tahun 2014 dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari, dengan menempuh materi pelatihan sebanyak 100 Jam Pelatihan. Kegiatan ini disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat, karena waktunya relatif singkat. Pada umumnya peserta pelatihan sangat antusias sekali dalam mengikuti pelatihan, hal ini terbukti peserta dapat mengikuti dan mempraktekan setiap materi yang disampaikan oleh instruktur dengan tingkat kehadiran 100 %.

Output yang diharapkan dengan kegiatan ini, terlatihnya angkatan kerja/masyarakat Lingkungan Industri Tembakau di kabupaten/kota sebanyak 20 orang yang dapat mengembangkan dan membentuk kelompok usaha mandiri dan terciptanya tenaga kerja terampil dan kompeten dibidang Sepeda Motor.

Respon masyarakat yang mengikuti kegiatan ini sangat baik. Pada umumnya pelaksanaan kegiatan Pembinaan Kemampuan dan Keterampilan Masyarakat Lingkungan Industri Tembakau dapat berjalan sesuai jadwal dan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini berkat partisipasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk peserta pelatihan itu sendiri, instruktur, Dinas, UPTD BLK/KLK yang membidangi ketenagakerjaan setempat dan pihak terkait lainnya.

Adapun masalah yang ditemukan antara lain, animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan relatif banyak sedangkan kuota yang tersedia terbatas, hal ini menimbulkan kesulitan dalam menyeleksi calon peserta, dan latar belakang pendidikan dan keahlian yang dimiliki peserta sangat bervariasi.

Untuk itu, pelaksanaan seleksi dilakukan secara ketat dimulai dari seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan wawancara singkat berkaitan dengan minat dan bakat peserta sesuai bidang kejuruannya. Dilakukan pengelompokan terhadap peserta untuk memudahkan memantau perkembangan kemampuan/penyerapan terhadap materi yang disampaikan oleh instruktur.