Site Meter

Tulisan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat

AYO AWARE! Menaker RI Ajak Pekerja Informal Daftar BPJS Ketenagakerjaaan.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melakukan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah di Nu Art Sculpture Park, Setra Duta. Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/9/2021).

Dalam sosialisasi ini pun turut Hadir Kadisnakertrans Jabar Rachmat Taufik Garsadi. Dirjen PHI dan Jamsos, Indah Anggoro Putri, Staf Khusus Menaker, Dita Indah Sari dan M. Reza Hafiz serta jajaran dari BPJS Ketenagerjaan.

Dalam kesempatan ini Menaker RI mengajak pekerja informal (pekerja bukan penerima upah) untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan jaminan perlindungan sosial.

Menaker Ida menyatakan bahwa jumlah pekerja informal jauh lebih banyak dibanding pekerja formal (pekerja penerima upah). Namun, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih didominasi oleh pekerja formal.

"Apalagi di masa pandemi ini, pekerja informal naik cukup signifikan. Jadi data Februari 2021, pekerja informal kita jumlahnya itu 59 persen, hampir 60 persen itu pekerja bukan penerima upah, sementara yang penerima upah 40-an persen," ucapnya.

Menurut Menaker RI, dengan membayar iuran program mulai Rp 16.800 per bulan, pekerja akan mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang manfaatnya berupa pengobatan tanpa batas biaya, serta Jaminan Kematian (JKm) yang manfaatnya akan diterima ahli waris jika peserta meninggal dunia berupa santunan uang tunai.

"Ayo aware. Risiko kerja itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," Ucap Menaker RI.