Site Meter

Tulisan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat

Dari Membangun Sistem Informasi Sampai Up Skilling Tenaga Kerja. Disnakertrans Jabar Terus Kebut Pemulihan Ekonomi di Sektor Ketenagakerjaan.

Senin (21/09/2020). Tak berdiam diri di tengah Pandemi, Disnakertrans Jabar menggelar Kadis Meeting bersama Kadisnaker Kab/Kota Se Indonesia. Bersama Sekdisnakertrans Jabar dan seluruh jajaran Kepala Bidang di lingkungan Disnakertrans Jabar, Kadisnakertrans Jabar memimpin Kadis Meeting pada kesempatan kali ini. Dihelat secara virtual, Kadis Meeting kali ini mengangkat tema Sinkronisasi terkait Kebijkan dan Strategi Pemerintah dalam menghadapi Pembangunan Ketenagakerjaan, utamanya di tengah Pandemi ini.
.
Seperti yang dituturkan oleh Kadisnakertrans Jabar bahwa terkait dengan Pandemi, Pemerintah telah memiliki 5 strategi dalam rangka pemulihan ekomomi dampak Pandemi yaitu Investasi, Pengembangan UMKM, Pariwisata, Sistem Ketahanan Pangan, Industri & Perdagangan dan Ketenagakerjaan. Untuk itu Disnakertrans Jabar mengambil beberapa kebijakan guna mendukung hal itu seperti Pelatihan Kerja Mandiri,Pelatihan Kompetensi serta optimalisasi sistem dari Gerai Layanan Info Kerja.
.
Kemudian, terbatasnya tatap muka di era Pandemi, membuat Pemerintah dituntut harus lebih berinovasi dalam memberikan pelayanan. Oleh karenanya Disnakertrans Jabar mencoba mengembangkan sistem dalam wujud Sistem Informasi dan Konsultasi Hubungan Industrial (SIKHI). Dimana kini perselisihan Hubungan Industrial dalam dapat diselesaikan secara daring tanpa harus bertatap muka langsung.
.
Lebih lanjut, sesuai intruksi Gubernur bahwa potensi desa harus terus di kembangkan. Maka dari itu, Disnakertrans Jabar akan berkolaborasi dengan Perangkat Daerah terkait guna menyerap tenaga kerja yang ada di desa. Tak hanya itu, Disnakertrans Jabar akan berkoordinasi dengan stakeholder lainnya guna melakukan re/up skilling kepada para tenaga kerja khususnya bagi mereka yang terdampak Pandemi.
.
Kedepannya sharing dialog bersama Kab/Kota seperti ini akan terus ditingkatkan guna melakukan brainstorming utamanya dalam tanggap terhadap dampak Pandemi di sektor Ketenagakerjaan.