Site Meter

Tulisan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat

Budayakan K3 Sekarang Juga

Oleh: Drs. Maman Suherman

 

Pada sebuah Lokakarya yang diselenggarakan Asian Network for the Rights of Occupational Accident Victims (ANROAV) di Bandung tahun 2010 diperoleh data: 1.100.000 pekerja meninggal tiap tahun; 30.000 pekerja  meninggal tiap hari; 125 pekerja tiap jam; dan 2 pekerja  meninggal tiap menit.  

Stop the massacre of workers in Asia Now”  
 
Hentikan pembunuhan masal di tempat kerja, begitulah kira-kira salah satu butir kesimpulan lokakarya tersebut.  Jadi ketika Anda membutuhkan waktu 10 menit saja ketika membaca tulisan ini, sebenarnya sudah 20 pekerja meninggal dunia.  Pantaslah kalau Organisasi Perburuhan Dunia (ILO) dalam salah satu sidangnya menyimpulkan workplace kills more people than war, ya, tempat kerja membunuh lebih banyak manusia daripada peperangan.  Untuk tidak menyita waktu Anda lebih banyak, kita tengok saja data kecelakaan kerja di Jawa Barat.  Berdasarkan data yang dilansir Kanwil IV PT Jamsostek (Persero) Jabar-Banten, di Jawa Barat pada tahun 2012 terjadi 22.172 s/d 2012 PT Jamsostek melaporkan sebagai berikut:

  

Kecelakaan kerja di tempat kerja (perusahaan) tanggungjawab siapa?  Risiko-risiko sosial ekonomi dan lainnya yang ditimbulkan kerenanya juga tanggungjawab siapa dan bagaimana manajemen dan penangannya?  Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk menekan angka kecelakaan kerja adalah pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab dan bila sudah dijawab barangkali jawaban yang perlu diperbaiki dan disempurnakan, maksudnya pemerintah (Kemnakertrans dan Dinas, tentunya) telah sedang dan akan melakukan upaya-upaya ke arah itu.

 
Secara regulasi melalui  Undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pemerintah telah menetapkan syarat-syarat keselamatan kerja, pembinaan dan pengawasan, kewajiban dan hak tenaga kerja, kewajiban dan hak pengurus, kewajiban bila memasuki tempat kerja yang semuanya dimaksudkan untuk menekan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) dan seperangkat aturan pelaksanaannya.
 
Pengusaha diwajibkan memasang sehelai undang-undang ini pada tempat yang mudah dilihat oleh para pekerja agar mudah difahami dan dapat diterapkan secara efektif.  Bila melihat data kecelakaan kerja lima tahun terakhir pada table di atas, jelaslah bahwa kita semua tidak boleh lengah.  Pada tahun 2009 jumlah kasus kecelakaan kerja 19.806 atau 55 kasus setiap hari.  Tetapi pada tahun 2010 terjadi peningkatan menjadi 27.865 kasus atau 77 kasus kecelakaan kerja setiap hari.
 
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI  berani mematok visi Indonesia berbudaya K3 tahun 2015.   Melalui Kepmenakertrans RI nomor: Kep. 372/Men/XI/2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional tahun 2010-2014.  Melalui Juklak ditetapkan tema pokok bulan K3 setiap tahun dan untuk dua tahun terakhir (2013 dan 2014) pentemaan lebih menekankan aspek budaya.  Coba perhatikan tema bulan K3 tahun ini dan tahun mendatang:
 
“Budayakan K3 di setiap kegiatan usaha menuju masyarakat industri yang selamat, sehat dan produktif, dan Wujudkan budaya K3 untuk menjamin stabilitas usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional”.
 
Beberapa program untuk mewujudkan visi yang dituangkan pada pentemaan setiap tahun dirancang kegiatan-kegiatan yang bersifat strategis, promotif, dan implementatif.  Demikian pula halnya di tingkat provinsi Jawa Barat untuk bulan K3 2013 telah disusun rencana kegiatan sebagai berikut:
 
  1. Pencanangan bulan K3:
  1. Dialog interaktif melalui media;
  2. Upacara pencanangan bulan K3;
  3. Coffee morning dan pencerahan melalui paparan Penerapan K3 pada PT Pindad (Persero) Bandung.
  1. Pemasangan bendera, spanduk, umbul-umbul, baligo, dan lain-lain
  2. Sosialisasi dan publikasi K3 melalui seminar
  3. Penilaian penghargaan K3
  4. Pelayanan dan konsultasi kesehatan
  5. Kunjungan kerja ke perusahaan
  6. Bhakti Sosial dengan sasaran para pekerja korban bencana banjir
  7. Lomba Cepat Tepat K3